menjadi penduduk surga merupakan impian setiap hamba Allah, bagaimana tidak, disanalah hilang segala kedukaan, dan dihidangkan segala kenikmatan, bahkan yang belum pernah terlintas dipikirannya sekalipun.

Dan salah satu kenikmatan itu adalah mendapatkan pasangan untuk memadu kasih dan cinta di negeri keabadian”surga”. Sungguh para pria, akan mendapatkan bidadari-bidadari suga, sebagaimana pesan yang sudah kami kirimkan beberapa waktu yang lalu, mungkin ada yang bertanya-tanya, lantas, bagaimana dengan para wanitanya?
dalam kesempatan kali ini insyaAllah akan dijelaskan..
silahkan menyimak.

Read the rest of this entry »

Filled Under: Akhwat, Ikhwan, Islam

Ilmu Mushthalahul Hadits

Ilmu Hadits yang kemudian populer dengan ilmu mushthalah hadits adalah salah satu cabang disiplin ilmu yang semula disusun oleh Abu Muhammad ar-Rama al-Hurmuzi ( wafat 260 ), walaupun norma-norma umumnya telah timbul sejak adanya usaha pengumpulan dan penyeleksian hadits oleh masing-masing penulis hadits.

Secara garis besarnya ilmu hadits ini terbagi kepada dua macam yaitu : ilmu hadits riwayatan dan ilmu hadits dirayatan. Ilmu hadits dirayatan membahas hadits dari segi diterima atau tidaknya, sedang ilmu hadits riwayatan membahas materi hadits itu sendiri.

Read the rest of this entry »

Filled Under: Islam

Seni Dalam Pandangan Islam ( Seni Musik)

Dewasa ini banyak sekali dari kalangan anak kecil hingga orang tua yang mengandrungi musik, tarian. Cobalah lihat rumah rumah penduduk selalu ada alunan alunan lagu dari rumah mereka. Sehingga kebiasaan membaca al-qur’qn pun hilang diganti dengan musik. Lalu apakah sebenarnya hokum dari musik itu sendiri.Di sini saya hendak menjelaskan hokum dari musik. Saya akan menjelaskan dengan bantuan al-qur’an, assunah walau hadist nya tidak mencapai derajat mutawatir (hasan).

Read the rest of this entry »

Filled Under: Islam

Biografi Syaikh Muhammad Nahiruddin Al Albani

Nama beliau adalah Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Albani. Dilahirkan pada tahun 1333 H di kota Ashqodar ibu kota Albania yang lampau. Beliau dibesarkan di tengah keluarga yang tak berpunya, lantaran kecintaan terhadap ilmu dan ahli ilmu.

Ayah al Albani yaitu Al Haj Nuh adalah lulusan lembaga pendidikan ilmu-ilmu syari’at di ibukota negara dinasti Utsmaniyah (kini Istambul), yang ketika Raja Ahmad Zagho naik tahta di Albania dan mengubah sistem pemerintahan menjadi pemerintah sekuler, maka Syeikh Nuh amat mengkhawatirkan dirinya dan diri keluarganya. Akhirnya beliau memutuskan untuk berhijrah ke Syam dalam rangka menyelamatkan agamanya dan karena takut terkena fitnah. Beliau sekeluargapun menuju Damaskus.

Read the rest of this entry »

Filled Under: Biografi

Puasa Pertengahan Bulan

Bulan Rabiul Awal ini, setiap tahunnya dirayakan maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tanggal 12 Rabiul Awal oleh sebagian umat Islam. sementara yang lain tidak merayakannya, dan berpendapat Maulid adalah Bid’ah yang tak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sahabat serta generasi salaf.

Terlepas masalah itu, marilah kita Hidupkan kembali Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan membuktikan CINTA kepadanya dengan Shaum Ayyamul Bidh, “Ayo Cintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menegakkan Sunnah yang pasti-pasti ajah..!”

________

Puasa tiga hari setiap bulan disunnahkan dan nilainya terhitung seperti puasa dahr (tahunan), karena amal shalih dalam Islam diganjar sepuluh kali lipat. Berpuasa sehari diganjar seperti puasa sepuluh hari. Maka siapa yang berpuasa tiga hari setiap bulannya, dia terhitung berpuasa setahun penuh.

Dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Puasalah tiga hari dari setiap bulan. Sesungguhnya amal kebajikan itu ganjarannya sepuluh kali lipat, seolah ia seperti berpuasa sepanjang masa.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan an Nasai)

Dan disunnahkan melaksanakannya pada Ayyamul Bidh (hari-hari putih), yaitu tanggal 13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah. Berdasarkan riwayat Abi Dzarr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنْ الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
“Wahai Abu Dzarr, jika engkau ingin berpuasa tiga hari dari salah satu bulan, maka berpuasalah pada hari ketiga belas, empat belas, dan lima belas.” (HR. At Tirmidzi)

Dari Jabir bin Abdillah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
صِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صِيَامُ الدَّهْرِ وَأَيَّامُ الْبِيضِ صَبِيحَةَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
“Puasa tiga hari setiap bulan adalah puasa dahr (puasa setahun). Dan puasa ayyamul bidh (hari-hari putih) adalah hari ketiga belas, empat belas, dan lima belas.” (HR. An Nasai dan dishahihkan al Albani)

Pada bulan ini, Rabiul Awal 1430 H. jatuh pada hari Sabtu, bertepatan dengan 27 Februari 2010 M. Maka Ayyamul Bidh yang disunnahkan berpuasa di dalamnya secara berurutan adalah hari Sabtu, Ahad dan Senin.

Terkadang permulaan puasa ini berbeda antara satu negeri dengan negeri lainnya, sesuai dengan permulaan bulan yang ada di sana.

Dan jika tidak melaksanakan shaum itu pada Ayyamul Bidl, tidak mengapa melaksanakannya pada awal bulan atau akhir bulan.

Dari Mu’adzah ad ‘Adwiyah, seseungguhnya ia pernah bertanya kepada ‘Aisyah radliyallah ‘anha: “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa melaksanakan shaum selama tiga hari setiap bulannya?” Aisyah menjawab: “ya”. Ia pun bertanya lagi: “Hari-hari apa saja yang biasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shaum?” Aisyah pun menjawab: “Tidak pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperhatikan hari keberapa dari setiap bulannya beliau melaksanakan shaum.” (HR. Muslim)

Dalam Majmu’ Fatawa wa Rasail, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata, “Seorang boleh berpuasa pada awal bulan, pertengahannya, ataupun di akhirknya secara berurutan atau terpisah-pisah. Tetapi yang paling afdhal (utama) dilaksanakan pada Ayyamul Bidl, yaitu tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.

Read the rest of this entry »

Filled Under: Islam

Cinta Sejati

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.

Read the rest of this entry »

Filled Under: Islam

Menikah

Segala puji bagi Allah yang telah menyinari jalan orang-orang yang bertauhid, menunjukkan hati orang-orang mukmin kepada kebenaran dan kebaikan, menjadikan pernikahan sebagai upaya memelihara kesucian jiwa dan menjaga kehormatan serta melaksanakan setengah dari agama yang mulia, Islam.

Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada hamba-Nya yang paling bertakwa, penutup para Nabi, pembawa risalah yang agung, Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam dan keluarga, sahabat serta para pengikutnya yang senantiasa menegakkan kalimat “Lailaha Illallah”, menyeru untuk melaksanakan kebaikan dan menjauhi segala kemaksiatan.

Sesungguhnya pernikahan merupakan amalan yang mulia, sehingga Allah menjadikan pernikahan sebagai salah satu sunnah para Rasul dan Nabi-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 32).

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda:

يا معشر الشباب، من استطاع الباءة فليتزوج، فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج، ومن لم يستطع فعليه بالصوم، فإنه له وجاء ( متفق عليه)
“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu serta berkeinginan untuk menikah, maka hendaklah ia menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Dan barangsiapa tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu dapat menjadi tameng baginya (melemahkan syahwat).” (Muttafaqun ‘Alaih)

Terlepas disunnahkannya pernikahan bagi siapa saja yang telah mampu atasnya, niat merupakan amalan yang sangat penting. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda:

إنما الأعمال بالنية، وإنما لامرئ ما نوى، (متفق عليه)
“Sesungguhnya segala amalan itu tergantung niatnya dan sesungguhnya tiap-tiap orang hanya akan mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Read the rest of this entry »

Filled Under: Akhwat, Ikhwan, Islam

Poligami (1)

Para pembaca yang semoga dirahmati Allah. Suatu hal yang patut disayangkan pada saat ini. Wahyu yang sudah semestinya hamba tunduk untuk mengikutinya, malah ditolak begitu saja. Padahal wahyu adalah ruh, cahaya, dan penopang kehidupan alam semesta. Apa yang terjadi jika wahyu ilahi ini ditolak ?!

Wahyu Adalah Ruh

Allah ta’ala menyebut wahyu-Nya dengan ruh. Apabila ruh tersebut hilang, maka kehidupan juga akan hilang. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (wahyu) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur’an itu nur (cahaya), yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.” (QS. Asy Syuro: 52). Dalam ayat ini disebutkan kata ‘ruh dan nur’. Di mana ruh adalah kehidupan dan nur adalah cahaya. (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah)

Kebahagiaan Hanya Akan Diraih Dengan Mengikuti Wahyu

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -semoga Allah merahmati beliau- mengatakan, “Kebutuhan hamba terhadap risalah (wahyu) lebih besar daripada kebutuhan pasien kepada dokter. Apabila suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan kecuali dengan dokter tersebut ditangguhkan, tentu seorang pasien bisa kehilangan jiwanya. Adapun jika seorang hamba tidak memperoleh cahaya dan pelita wahyu, maka hatinya pasti akan mati dan kehidupannya tidak akan kembali selamanya. Atau dia akan mendapatkan penderitaan yang penuh dengan kesengsaraan dan tidak merasakan kebahagiaan selamanya. Maka tidak ada keberuntungan kecuali dengan mengikuti Rasul (wahyu yang beliau bawa dari Al Qur’an dan As Sunnah, pen). Allah menegaskan hanya orang yang mengikuti Rasul -yaitu orang mu’min dan orang yang menolongnya- yang akan mendapatkan keberuntungan, sebagaimana firman-Nya yang artinya,”Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al A’raf: 157) (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah)

Read the rest of this entry »

Filled Under: Akhwat, Ikhwan, Islam

Poligami

Agama Islam yang disyariatkan oleh Allah Ta’ala dengan ilmu-Nya yang maha tinggi serta hikmah dan ketentuan hukum-Nya yang maha agung, adalah agama yang sempurna aturan syariatnya dalam menjamin kemaslahatan bagi umat Islam serta membawa mereka meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Read the rest of this entry »

Filled Under: Akhwat, Ikhwan, Islam

Apa alasanku untuk berjilbab??

Jujur, saya tidak memiliki jawaban yang pasti, saya HANYA ingin pulang, kembali ke ALLAH … yang dapat saya rasakan adalah sudah bukan waktunya lagi saya berlari lari mencari kebahagian versi dunia tentunya… yang setelah saya peroleh semuanya lalu saya merasa bahwa bukan ini, dan bukan itu arti bahagia, lalu DIMANA?

Read the rest of this entry »

Filled Under: Akhwat